top of page

Orang Makian Pindah Pulau

Penduduk Makian di Maluku berbondong-bondong meninggalkan pulau karena bencana alam dan perang. Berubah sejak kedatangan VOC.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Pulau Makian di Maluku. (Tropenmuseum).

3 Feb 2023
4 menit membaca

USAI mengunjungi berbagai wilayah di Maluku pada 1679, Robertus Padtbrugge, gubernur Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) di Kepulauan Maluku, mencatat kebiasaan berpindah tempat tinggal kelompok masyarakat di Maluku. Masa itu Maluku meliputi daerah penghasil cengkeh (Eugenia aromatica): Ternate, Tidore, Makian, Moti, dan Bacan. Menurut Padtbrugge, ketidakpastian akan tempat tinggal yang permanen akibat bencana alam dan perang, membuat mereka sering berpindah tempat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page