- 6 Sep 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 14 Feb
ALIH-ALIH dapat hormat dari biduan, mandor satu ini malah bernasib malang. Kemalangannya justru terjadi pada 14 Februari 1928. Bukan dianiaya orang tak dikenal, melainkan dianiaya orang dari keluarga yang cukup terkenal di tempat tinggalnya. Mandor itu bernama Solman bin Haji Demang.
Deli Courant edisi 4 November 1930 dan Algeemene Handelsblad, 23 Oktober 1930, mengabarkan, mandor itu tinggal di Tenggarong (kini Kabupaten Kutai Kartanegara) yang di zaman Hindia Belanda adalah bagian Kesultanan Kutai. Sultan Kutai kala itu adalah Sultan Aji Muhamad Parikesit. Solman dianiaya hingga kakinya patah. Konon, mandor ini bermusuhan dengan keluarga Sultan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















