top of page

Petualangan Said Abdullah di Lombok

Dia pedagang penting yang pernah jadi orangnya raja Mataram. Dia lalu jadi musuh Mataram.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Di masa pemerintahannya, Raja terakhir Mataram Lombok Anak Agung Anglurah Gede Ngurah Karangasem menghadapi Belanda dan petualangan Said Abdullah. (Tropenmuseum).

8 Okt 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 13 Jan

SEBERMULA dari berniaga, Said Abdullah bin Abdurachim Alkadrie Djelani berkembang menjadi saudagar. Ia kemudian punya jabatan penting sehingga pengaruhnya pun menjadi besar di Ampenan, Lombok pada awal abad ke-20. Dengan kekuasaan yang dimilikinya itu, kans orang-orang Arab berniaga di sana kian terbuka. Pasalnya, sejak akhir abad ke-19 Ampenan –yang dulunya merupakan tempat orang-orang Sasak– merupakan tempat mengadu nasib banyak orang dari beragam suku-bangsa. Selain orang-orang Arab, di sana ada para pedagang Tionghoa, Armenia, Bugis, dan juga Ambon.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page