- Randy Wirayudha

- 22 Okt 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Jan
ARTIFICIAL Intelligence (AI) alias Kecerdasan Buatan –atau ada yang menyebutnya Akal Imitasi (AI)– jadi lompatan teknologi tak terhindarkan yang mengisi banyak ruang kehidupan, salah satunya pendidikan. Kendati tetap ada plus-minus yang mesti diperhatikan, AI sangat mungkin diterapkan pula dalam pembelajaran sejarah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












