- 11 Jun 2025
- 8 menit membaca
Diperbarui: 9 Mar
UNTUK kesekian kalinya, perjalanan kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina, diserang Israel. Aktivis lingkungan dan kemanusiaan Greta Thunberg asal Swedia beserta 11 koleganya dicegat dan diculik militer Israel di perairan internasional. Di masa lalu, pendahulunya yang diplomat Swedia, Count Folke Bernadotte, juga pernah dicegat dan bahkan jadi korban pembunuhan milisi-teroris Israel.
Thunberg dan 11 aktivis berlayar dengan kapal layar Madleen yang mengusung kampanye lembaga kemanusiaan Freedom Flotilla Coalition (FFC). Ke-11 koleganya yang jadi penumpang dan kru adalah anggota Parlemen Eropa Rima Hassan (Prancis), Baptiste Andre (Prancis), Pascal Maurieras (Prancis), Yanis Mhamdi (Prancis), jurnalis Al Jazeera Omar Faiad (Prancis), Reva Viard (Prancis), Suayb Ordu (Turkiye), Thiago Avila (Brasil), Sergio Toribio (Spanyol), Marco van Rennes (Belanda), dan Yasemin Acar (Jerman).
Kapal Madleen berlayar dengan menggunakan bendera Inggris sejak 1 Juni dan berangkat dari Catania, Italia pada 1 Juni 2025. Ia membawa susu formula, sekitar 100 kilogram tepung, 250 kilogram beras, suplai popok dan keperluaan kewanitaan, hingga sejumlah alat-alat kesehatan. Dalam perjalanannya, Madleen sempat menyelamatkan empat imigran Sudan yang terombang-ambing pada 5 Juni.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












