- 15 Mei 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 22 Apr
GENCATAN senjata jadi lema yang bikin alergi zionis Israel. Terlepas dari pembebasan Edan Alexander, tawanan berkewarganegaraan ganda Israel-Amerika Serikat, pada Senin (12/5/2025), Israel masih membabi-buta membunuhi warga sipil Palestina dengan pembiaran oleh dunia internasional. Tidak hanya dengan senjata tapi juga dengan blokade yang mengakibatkan bencana kelaparan di Jalur Gaza.
Setelah gencatan senjata selama dua bulan, sejak awal Maret silam Israel memblokade semua jalur –baik darat, laut, dan udara– bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza selama lebih dari 70 hari. Padahal, gudang-gudang logistik World Food Programme (WFP) dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina UNRWA kian menipis stoknya, sementara ribuan truk bantuan kemanusiaan masih tertahan di perbatasan Mesir-Israel dan Yordania-Israel.
Ancaman bencana kelaparan pun mengintai sekitar 2,1 juta populasi Gaza yang hampir setengahnya adalah anak-anak. Menukil laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Senin (12/5/2025), sekitar 470 ribu dari 2,1 jiwa sudah masuk klasifikasi “Fase 5 – bencana” dan mengancam sekitar 71 ribu anak-anak dalam krisis kekurangan gizi akut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















