Diperbarui: 27 Jul
SEORANG lelaki Tionghoa mengamuk pada malam 6 Juli 1938. Selain memecahkan cangkir dan piring, ia hampir membunuh anak perempuan dan pembantunya.
Di tempat lain, di Losari, seorang lelaki Jawa keliling desa sambil membawa golok. Dengan seenaknya dia masuk ke rumah orang seraya mengancam akan menebas siapa saja yang menghalangi jalan. Warga desa dibuatnya lari tunggang langgang kendati tak ada korban jiwa dalam keributan ini.
Kedua lelaki itu terserang amok. Si lelaki Tionghoa kemudian dikirim keluarganya ke rumahsakit jiwa (RSJ). Sementara, si lelaki Jawa mesti ditangkap petugas keamanan terlebih dulu sebelum dilarikan ke RSJ.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















