- 14 Mar 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 42false38 GMT+0000 (Coordinated Universal Time)
SETELAH menggandakan Supersemar di kantor G-V KOTI, Brigjen TNI Budiono, sekretaris MBAD, membawa naskah Supersemar asli ke Kostrad. Kolonel Soedharmono meminta satu lembar kopi Supersemar sebagai dasar pembuatan konsep pembubaran PKI. Namun, Lettu Moerdiono yang hadir pada waktu itu, punya keterangan lain bahwa setelah memfotokopi Supersemar, Budiono tidak mau memberikan kopiannya kepada Moerdiono.
“Waktu dia keluar, saya meminta surat itu. Tapi dia bilang, ‘enggak bisa, ini rahasia.’ ‘Lha, ini saya untuk kerja’. ‘Enggak bisa.’ Ya, sudah. Saya nanti juga dapat. Jadi, semuanya dibawa ke Kostrad. Saya enggak dapat. Dari Kostrad baru dikirim lagi,” kata Moerdiono dalam wawancara dengan majalah Forum Keadilan, 31 Maret 1994.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












