top of page

Adam Malik Hilangkan Sketsa-sketsa Karya Sudjojono

Sketsa-sketsa karya Sudjojono dipinjam Adam Malik lalu hilang. Lukisan dan patung karyanya juga dihancurkan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan "Mengungsi" karya Sudjojono yang dibuat pada 1950. (ivaa-online.org).

23 Jul 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

PADA masa revolusi kemerdekaa, pelukis S. Sudjojono turut bergerilya di tengah pertempuran-petempuran melawan Belanda. Meski tak bisa menembak, ia memiliki senjata untuk berjaga-jaga. Namun, perannya yang lebih penting pada masa ini adalah menggambar sketsa-sketsa yang menjadi sumber sejarah dalam bentuk visual.


Dosen FSRD ITB, Aminudin TH Siregar dalam dialog sejarah “Seni dan Politik: Riwayat Sudjojono dan Karya-karyanya” di saluran Facebook dan Youtube Historia.id, Selasa, 21 Juli 2020, menyebut bahwa banyak sketsa yang dibuat Sudjojono merekam berbagai peristiwa di sekitar revolusi.


Aminudin mencontohkan, kala itu Sudjojono sering mengisi ilustrasi dalam majalah Suluh Tentara. Tema-tema revolusi seperti situasi gerilya dan keadaan para prajurit banyak ia abadikan dalam sketsa. Sketsa-sketsa itu kemudian ia buat versi lukisannya setelah revolusi fisik usai. Sayangnya, sketsa-sketsa penting periode 1946-1949 itu kini telah tiada.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page