top of page

Ahmad Subardjo dan Keponakannya

Dalam keluarganya, tidak hanya Ahmad Subardjo yang mendukung Republik Indonesia. Dua keponakan perempuannya jadi pembantunya dan satu keponakan lagi jadi tentara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno mengambil sumpah Mr. Ahmad Subardjo sebagai anggota DPA dalam sidang pertama DPA pada 4 April 1962. (Perpusnas RI).

2 Mar 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Jul

SEKITAR tahun 1840, sebuah kapal layar terdampar di pantai utara Cirebon. Pemilik kapal itu adalah Teuku Muhammad Usman dari Aceh. Usman tidak memilih pulang kampung dan menetap di Penganjang. Ia kemudian menikahi seorang gadis Jawa dan dikaruniai lima anak. Salah satunya Teuku Abdul Karim. Dari perkawinan Abdul Karim dengan anak gadis Haji Husein melahirkan beberapa anak termasuk Teuku Jusuf.


Teuku Jusuf yang pandai mengaji lalu menikahi putri seoranng camat Telukagung, yang masih keturunan priayi dari Rembang. Teuku Jusuf bekerja di departemen dalam negeri kolonial dan pernah menjadi mantri polisi. Ia dan istrinya punya empat orang anak. Semuanya tak memakai gelar teuku tapi raden.


Teuku Jusuf termasuk orang tua yang peduli pada pendidikan anak di zaman itu. Ia berani mengirimkan anak-anaknya yang masih kecil untuk belajar di Batavia (Jakarta).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page