- 30 Nov 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
TERBUNUHNYA Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat, ajudan Inspektur Jenderal Pol. Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022, atas perintah sang jenderal dari Saguling itu melalui tangan bawahannya yang lain, membuka mata publik bahwa menjadi ajudan atau orang terdekat jenderal tidaklah selalu menyenangkan.
Tangan beberapa bawahan Sambo pun menjadi kotor. Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, yang diperintahkan Sambo untuk menembak Yosua, harus jadi pesakitan dan menjalani pengadilan. Ini belum termasuk yang dialami ajudan Sambo yang lain.
Sambo punya beberapa ajudan. Mereka adalah para brigadir polisi, setara sersan di TNI. Publik mengira semua yang menjaga Sambo adalah ajudan. Eliezer sendiri bukanlah ajudan, dia hanya sopir sang jenderal.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















