- 15 Nov 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
SOEHARTO menjadi satu dari sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November lalu. Mantan presiden RI kedua itu dianggap berjasa dalam Perang Kemerdekaan dan pembangunan.
Penganugerahan itu memicu pro-kontra masyarakat, khususnya di di jagat maya. Para pendukung dan penentang pemberian gelar itu saling serang. Seperti yang terjadi antara pegiat media sosial Chusnul Chotimah dan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi.
Ada pula yang meributkan pemberian gelar itu dengan membanding-bandingkan sosok Soeharto dan Sukarno, presiden Indonesia pertama. Banyak unggahan ataupun komentar yang dikeluarkan para pendukung Soeharto menyebut Sukarno sebagai “mandor romusha” ataupun “antek Jepang”. Pendapat tersebut berangkat dari fakta pernah kerjasama Sukarno dengan Jepang dalam hal romusha atau kerja paksa untuk membangun proyek-proyek Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












