top of page

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret Tuan Rondahaim Saragih. (Yusuf M.A/Historia.ID)

25 Des 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

ORANG Aceh turut menyertai rombongan Sisingamangaraja XI ketika berkunjung ke Simalungun. Salah satu dari orang Aceh itu bergelar “Panglima Perang”, segera menarik perhatian Tuan Rondahaim Saragih, penguasa Kerajaan Raya. Konon katanya, Panglima Perang punya ilmu bertempur dan kanuragan. Tuan Rondahaim minta Panglima Perang mengajarkan cara melawan serdadu Kompeni. Untuk itu, Tuan Rondahaim rela membayar uang sebanyak $24. Namun, pengajaran yang diberikan Panglima Perang rupanya tak sesuai harapan.


“Ambil cabe, lalu digiling, kemudian percikkan ke mata serdadu itu, agar mereka hanya bisa meraba-raba, katanya [Panglima Perang]. Uang pun ludes,” sebagaimana dikisahkan Pdt. Wismar Saragih dalam Barita Ni Tuan Rondahaim atau Riwayat Hidup Tuan Rondahaim.


Menurut Augustin Sibarani dalam Perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII, pertemuan Sisingamangaraja dengan Tuan Rondahaim terjadi pada 1871. Kedatangan Sisingamangaraja ke Pematang Raya untuk bertemu Tuan Rondahaim guna membicarakan suatu perjanjian pertahanan bersama. Aliansi keduanya terkait kuat dengan penetrasi Belanda yang sudah menguasai sebagian besar wilayah Sumatra Timur. Begitu pula dengan takluknya kerajaan-kerajaan Melayu setempat yang mengakui kekuasaan Belanda, seperti Kesultanan Deli, Serdang, Asahan, dan Langkat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page