top of page

Amat Kocolan, Jagoan Betawi yang Selicin Ikan Gabus

Amat Kocolan mematok harga 15 gulden untuk menghilangkan nyawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Amat Kocolan (kiri), merupakan jago di Batavia pada awal abad ke-20. (Indisch Courant).

19 Mei 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

IKAN gabus yang berukuran kecil dalam bahasa Betawi disebut Kocolan. Kendati tidak jelas sejak kapan kemunculannya, istilah kocolan sudah dipakai pada 1930-an. Bahkan, saking familiarnya, kocolan sering dijadikan julukan seseorang yang disegani di Batavia sebagaimana bandot digunakan untuk menjuluki lelaki yang doyan main perempuan atau istilah-istilah lain.


Dulu, di Batavia pernah hidup seorang jagoan bernama Amat. Dia dijuluki Kocolan alias gabus lantaran kelicinannya. Dalam Mengenal Ikan Gabus: Budidaya, Manfaat, dan Resep Masakan, Tresno Saras menyebut ada ikan gabus yang gemuk namun sulit ditangkap karena licin dan ulet, yakni ikan gabus Kalimantan. Kedua sifat itu identik dengan Amat hingga dirinya dijuluki Amat Kocolan.


Koran De Locomotief tanggal 4 Juni 1936 dan De Sumatra Post tanggal 6 Juni 1936 menjuluki Amat Kocolan sebagai raja gangster. Dia bergerak cepat, lincah, dan sulit ditangkap aparat kolonial. Semua kelebihan yang ada pada Amat Kocolan itu seakan menutupi kekurangannya sebagai pria yang sudah tak muda lagi pada tahun 1936. Meski tangannya tetap kekar, kulit tangannya sudah keriput.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page