top of page

“Anak-anak” Himmler dan Obsesi Nazi terhadap Ras Unggul

Heinrich Himmler menyerukan penculikan anak-anak Eropa Timur yang memiliki kriteria ras unggul untuk mewujudkan “keturunan super baru” bagi imperium Jerman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang ahli ras tengah melakukan pemeriksaan terhadap anak laki-laki. Salah satu tes yang dilakukan adalah pemeriksaan warna mata. (Guus de Vries, Himmler's Children).

26 Feb 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

OBSESI Reichsführer-SS, Heinrich Himmler, dalam mewujudkan “keturunan super baru” yaitu keluarga pria dan wanita yang memenuhi persyaratan rasial, keturunan, dan ideologis untuk menjadi kelas teratas bagi masa depan imperium Jerman melatarbelakangi pembentukan Lebensborn pada Desember 1935. Begitu besarnya perhatian Himmler terhadap Lebensborn menjadikan lembaga ini sebagai proyek prioritas dengan ribuan pekerja dan menghabiskan ratusan juta mark.


Himmler, melalui Lebensborn, tak hanya mendorong pengoperasian rumah-rumah bersalin serta panti asuhan di Jerman dan berbagai wilayah yang diduduki Nazi. Ia juga mengarahkan para ahli ras Nazi untuk melakukan penelitian sebagai upaya mewujudkan generasi ras unggul. Bahkan, menurut Clarissa Henry dan Marc Hillel dalam Children of the SS, Himmler memberikan izin dan wewenang pada Lebensborn untuk melakukan pemusnahan anak-anak abnormal yang, menurut prinsip-prinsip reproduksi eugenik selektif, seharusnya tidak pernah dilahirkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page