top of page

Kisah di Balik “Pabrik” Bayi Nazi

Lebensborn didirikan Nazi untuk melahirkan generasi baru yang memiliki ras unggul dan keturunan yang sehat. Program ini dianggap gagal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para wanita Jerman menggendong bayi di rumah sakit bersalin Lebensborn, lembaga yang didirikan Nazi. (Paul Roland, Nazi Women of the Third Reich: Serving the Swastika).

21 Feb 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 23 Apr

HILDEGARD TRUTZ baru saja menyelesaikan sekolahnya pada 1936. Ia tidak tahu pekerjaan apa yang dapat membuat masa depannya cerah. Gadis berusia 18 tahun itu kemudian meminta saran kepada seorang pemimpin Bund Deutscher Mädel (BDM, organisasi perempuan yang setara dengan Hitler Youth atau Pemuda Hitler), tempatnya bergabung sebagai anggota sejak tahun 1933, yang menyarankannya untuk ambil bagian dalam progam Lebensborn.


“Apa yang dibutuhkan Reich adalah pasokan tenaga yang sehat dan murni secara rasial,” kata pemimpin BDM setempat kepada Hildegard sebagaimana dikutip oleh Paul Roland dalam Nazi Women of the Third Reich: Serving the Swastika.


Lembaga Lebensborn, yang berarti “mata air kehidupan”, didirikan pada Desember 1935. Menurut sejarawan Amy Carney dalam Marriage and Fatherhood in the Nazi SS, Lebensborn didirikan tidak semata-mata untuk menyokong para ibu yang tidak menikah dan anak-anak yang lahir di luar pernikahan, tetapi juga bermanfaat bagi para ibu yang sudah menikah dan anak-anak yang sah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page