- 24 Sep 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Mar
PADA awal abad ke-20, Pulau Tarakan mulai berkembang akibat industri minyaknya hingga melahirkan sebuah kota bernama Tarakan. Industri minyak di sana dijalankan oleh Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM).
Lantaran industri minyak itu, dalam Perang Dunia II Tarakan punya dua posisi penting. Selain karena cadangan minyaknya, letak Tarakan yang ada di sisi utara Selat Makassar membuatnya menjadi salah satu pintu masuk tentara Jepang ke Indonesia. militer Jepang bahkan sudah punya aset di Tarakan, namanya Kitamura. Ia masuk ke Hindia sebagai pengusaha Tionghoa dan bekerja sebagai pemborong bangunan.
“Ia membangun banyak bangunan pertahanan di Tarakan,” tulis Iwan Santosa dalam Tarakan: Pearl Harbor Indonesia, 1942-1945.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












