top of page

Benarkah Partai Komunis Cina Paksakan Ateisme?

Ketua Mao pernah berpesan kepada anggota PKC untuk membangun aliansi dengan para penganut agama untuk melawan imperialisme dan feodalisme.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster propaganda Revolusi Kebudayaan di Cina. (Wikimedia Commons).

  • 2 Feb 2018
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr 2025

LAMAN Republika Online pada 25 Januari 2018 menurunkan berita Partai Komunis Cina memaksa para anggotanya yang menganut Islam meneken sumpah meninggalkan agamanya dan berkomitmen terhadap ateisme. Penandatanganan ikrar yang dihadiri sejumlah pejabat senior Partai Komunis Cina tersebut sengaja dihelat di Linxia, prefektur otonomi khusus suku Hui yang mayoritas muslim di Provinsi Gansu, karena, tulis Republika Online, “Partai [Komunis Cina] khawatir […] pemahaman Islam terus meluas.” Benarkah demikian?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page