top of page

Bung Hatta dan Misi Haji ke Tanah Suci (Bagian II)

Selepas masa revolusi, Bung Hatta meniatkan ibadah haji pakai ongkos sendiri. Tapi ujung-ujungnya tetap berangkat sambil membawa misi diplomasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wakil Presiden Mohammad Hatta mendapat sambutan di Bandara Kemayoran sepulangnya dari Tanah Suci (Java Bode, 8 September 1952)

28 Mei 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 14 Mar

SOSOK Mohammad Hatta alias Bung Hatta dikenal sebagai bibliofil (pecinta buku). Saat menikahpun, mahar sebuah buku karangannya sendiri. Pun kemudian, Bung Hatta bisa berangkat ibadah haji juga berkat buku. 

 

Kecintaan Bung Hatta pada buku ditumbuhkan oleh pamannya, Mat Etek Ayub Rais, yang sering membelikannya buku-buku tentang ekonomi berbahasa Belanda. Sedikit-banyak itu berperan membuat Bung Hatta bisa mendapat beasiswa untuk kuliah di Belanda. 

 

Seiring waktu, Bung Hatta tertarik pada ilmu filsafat hingga membuahkan buku karya perdananya berupa buku filsafat, Alam Pikiran Yunani (1941), yang ditulis ketika masih diasingkan di Boven Digul, Papua. Buku itu pula yang kemudian jadi mahar kala Wakil Presiden (Wapres) Hatta memperistri Siti Rahmiati pada 18 November 1945. Lalu, buku pula yang kemudian membuat Bung Hatta bisa menunaikan ibadah haji yang sudah lama diniatkannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page