top of page

Cerita di Balik Kumis

Kumis dalam sejarah masyarakat Eropa tidak semata-mata selera pribadi, tetapi juga dipengaruhi kontrol sosial hingga citra pahlawan militer yang heroik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Empat orang dengan kumis di wajahnya berfoto bersama pada tahun 1900-an. (Wikimedia Commons)

24 Sep
6 menit membaca

KUMIS bukan sekadar hiasan di wajah. Keberadaannya memiliki cerita yang berkaitan dengan sejarah peradaban manusia. Di Eropa, pada beberapa periode kumis melambangkan kejantanan, modernitas, kekuatan, dan keberanian. Tapi, di periode lain, rambut wajah ini dipandang sebelah mata dan dianggap tidak sesuai bagi kalangan bangsawan atau orang kaya.


Kumis juga dipengaruhi oleh kebijakan maupun kebiasaan seorang pemimpin. Pada abad ke-15, di awal Perang Italia, Raja Prancis Charles VIII dan Louis XII memelihara rambut panjang dan bercukur bersih. Sementara itu, Francis I dan Charles V yang menjadi penguasa Eropa di abad ke-16 kerap dilukis dengan janggut dan kumis serta rambut pendek. Penampilan tersebut menjadi tren yang menyebar ke seluruh Eropa.


Reginald Reynolds mencatat dalam Beards, popularitas kumis dan jenggot menurun di kalangan pria Eropa pada paruh awal abad ke-17. Tren di kalangan pria pada periode itu adalah memelihara rambut kepala hingga panjang, dengan ikal kecil di sisi, dikepang atau diikat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
Petisi Koalisi Jepang-Timor Timur menuntut pemerintah Jepang bertanggung jawab atas perbudakan seksual selama menduduki Timor Leste.
Petisi Koalisi Jepang-Timor Timur menuntut pemerintah Jepang bertanggung jawab atas perbudakan seksual selama menduduki Timor Leste.
transparant.png
bottom of page