- Amanda Rachmadita
- 11 Sep 2025
- 4 menit membaca
KOMPLEKS World Trade Center dipandang sebagai salah satu tonggak kejayaan Amerika Serikat setelah kemenangan Sekutu pada Perang Dunia II. Meski begitu, rencana pembangunan proyek ambisius ini sudah mengemuka sejak sebelum perang. Ketika itu, salah satu anjungan yang ditampilkan dalam New York’s World Fair 1939 dinamai World Trade Center yang didedikasikan untuk “perdamaian dunia melalui perdagangan”.
Menurut Randy Laist dalam The Twin Towers in Film: A Cinematic History of New York’s World Trade Center, kehadiran World Trade Center dalam pameran dunia itu bukan suatu kebetulan sebab penyelenggaraan World Fair kerap dimanfaatkan untuk merayakan kemajuan teknologi terbaru peradaban Barat. New York’s World Fair 1939 menonjol karena penekanannya pada masa depan utopis yang didorong oleh teknologi, seperti diwakili oleh bentuk arsitektur luar biasa dari Trylon, Perisphere, dan Helicline, struktur geometris raksasa yang menjadi simbol acara tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












