top of page

CIA Ungkap Peristiwa APRA Westerling

CIA memberi tahu pihak Belanda bahwa Westerling akan beraksi. Tak percaya, terjadilah peristiwa APRA.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapten Raymond Westerling. (nimh-beeldbank.defensie.nl).

  • 19 Jul 2020
  • 3 menit membaca

SETELAH melakukan pembantaian di Sulawesi Selatan, Kapten Raymond Westerling, komandan Korps Speciale Troepen (Pasukan Khusus Belanda) kembali melakukan operasi brutal di Jawa Barat. Puncaknya ketika seorang komandan batalion dari Divisi 7 Desember melaporkan Westerling karena pasukan yang dipimpinya telah membunuh sepuluh warga sipil di jalanan kota Ciamis. Atas perintah Panglima Tentara Belanda di Batavia, Jenderal Simon Spoor, Westerling pun dibebastugaskan pada 11 November 1948.


Westerling kemudian memasuki kehidupan baru sebagai warga sipil. Dia menikahi kekasihnya, Fernanda Yvonne Fournier, wanita keturunan Indo-Prancis. Fernanda adalah putri seorang pengelola hotel asal Prancis yang menikah dengan wanita pribumi (versi lain menyebutkan wanita Vietnam).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page