top of page

Dari Pemujaan hingga Bisnis

Balapan ini bermula dari tujuan pemujaan terhadap dewa-dewi. Namun kemudian justru dilarang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

​

20 Apr 2012
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

CALIGULA, Kaisar Romawi (37-47 M), pernah hampir menjadikan kudanya, Incitatus, sebagai konsul (salah satu pimpinan Kekaisaran Romawi). Caligula menyanjung kudanya lantaran beberapa kali menang balap chariot (kereta kuda). Balapan ini mulai diminati masyarakat Romawi dari semua kalangan sejak abad ke-6 SM. Beberapa Kaisar Romawi bahkan menggunakan ajang ini sebagai alat politik untuk mempertahankan kekuasaan.


Pada 530 SM, Raja Lucius Tarquinis Superbus memerintahkan pembangunan Circus Maximus, arena khusus untuk balap chariot. Dia menginginkan kemegahan Kerajaan Romawi termanifestasi dalam salah satu amphiteater (arena) tertua dan terbesar di Roma ini. “Panjang bangunan ini 1800 kaki, lebarnya 600 kaki. Bentuknya seperti leter U panjang. Di tengah lapangan amphiteater ini terdapat semacam barikade panjang, disebut Spina,” tulis majalah Varia, 20 September 1961.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Koleksi jersey berharga milik legenda basket Ary Sudarsono dilelang atas nama kepedulian terhadap penanggulangan pandemi corona.
Koleksi jersey berharga milik legenda basket Ary Sudarsono dilelang atas nama kepedulian terhadap penanggulangan pandemi corona.
Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.
Seorang uskup menumpuk kekayaan dengan berbisnis, bahkan dengan cara yang dianggap perbuatan dosa. Di perjalanan, kekayaan itu dibajak perompak.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
transparant.png
bottom of page