top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Dari Pertahanan Menjadi Rumah Tahanan

Dibangun sebagai tempat pertahanan, Benteng Willem I berakhir menjadi rumah tahanan.

Oleh :
Historia
10 Jun 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Benteng Willem I Ambarawa, 1880. Foto: KITLV.

  • 11 Jun 2013
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

KETIKA menghuni penjara Willem I Ambarawa, Sugiman punya cara untuk berkomunikasi dengan istrinya. “Dari jendela sel, saya memberikan tanda dengan lambaian sapu tangan kepada istri saya di seberang benteng,” ujar Sugiman, mantan tahanan politik (tapol) dari desa Bejalen, Ambarawa, kepada Historia. Dia ditahan karena menjadi anggota Barisan Tani Indonesia yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia.


Jika ingin tembakau, Sugiman melambaikan saputangan membentuk huruf m-b-a-k-o (tembakau). “Jika istri saya tidak paham, dia berteriak atau melambaikan tangan, saya mengulanginya,” kata Sugiman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dari Kampung ke Kampung, “Tour of Duty” Westerling

Dari Kampung ke Kampung, “Tour of Duty” Westerling

Pasukan Westerling ini pernah bermarkas di Polonia dan Kalibata sebelum pindah ke Batujajar.
Menggali Sumber Sejarah Aceh Semakin Mudah

Menggali Sumber Sejarah Aceh Semakin Mudah

Ribuan koleksi sumber sejarah Aceh tersimpan di Museum Nasional Indonesia. Digitalisasi mempermudah untuk memaknai pengetahuan sejarah.
Jejak Operasi CIA di Indonesia

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Sejak lama, Central Intelligent Agency (CIA) tercatat terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah Indonesia. Apa saja?
Prosa Mantri Pustaka

Prosa Mantri Pustaka

Dengan memperkenalkan diri sebagai orang merdeka, murid paling berbakat pujangga Ranggawarsita ini mewarnai masa transisi sastra Jawa, dari tradisi klasik menuju bentuk lebih modern.
Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, dr. Soebandrio pernah jadi diplomat ulung Indonesia di panggung internasional. Tak gentar meladeni Amerika Serikat.
bottom of page