- 10 Feb
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
NAMA Roehana Koeddoes (dibaca Ruhana Kudus) dikenal sebagai wartawan perempuan pertama Indonesia. Namun, sejarah mencatat, ia juga berkiprah sebagai pendidik dan penggerak kaum wanita di kampung kelahirannya, Koto Gadang. Salah satu peninggalannya ialah Yayasan Amai Setia, sekolah keterampilan yang didirikan pada 1911, yang masih bertahan hingga kini.
“Gedung Kerajinan Amai Setia dibangun pada 1915, dan sampai sekarang tetap berdiri. Kami juga tetap menggunakan gedung ini untuk menjalankan mimpi dan visi dari Ibu Rohana Kudus,” kata Trini Tambu, ketua Yayasan Amai Setia, dalam diskusi “3 Wajah Roehana Koeddoes: Pahlawan Nasional, Jurnalis Perempuan Pertama di Indonesia,” di IDN HQ, Jakarta (6/2).
Siti Ruhana lahir di Koto Gadang pada 20 Desember 1884. Ayahnya seorang kepala jaksa bernama Moehammad Rasjad Maharadja Sutan. Ruhana saudari seayah lain ibu dengan Sutan Sjahrir yang kelak menjadi perdana menteri Indonesia pertama. Pada 1908, Ruhana menikah dengan Abdul Kudus, seorang notaris independen lulusan sekolah hukum Batavia dan aktivis pergerakan nasional. Sejak itu, Ruhana menyandang nama belakang suaminya dan dikenal sebagai Ruhana Kudus.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















