Diperbarui: 4 Agu
DARI arah Mauk, Banten, perahu kayu kecil itu berlayar ke arah timur menuju Batavia (kini Jakarta) pada 18 September 1938 pagi. Belum pukul 10.00 pagi, kapal –membawa dua penumpang yang hendak mencari pekerjaan: perempuan bernama Minah dan lelaki bernama Tjiran bin Maki– itu sudah hampir mencapai Pasar Ikan.
Sementara di daratan Batavia, Minggu, 18 September 1939 adalah waktu luang bagi dr. Max Hermann Knoch Jr. untuk melakoni hobinya bermain perahu. Dirinya dikenal sebagai pemilik perahu motor tercepat di Batavia. Maka dia telah berada di sekitar Pasar Ikan pagi itu.
Perairan di sekitar tempat dr. Knoch berada kala itu sedang diganggu gelombang. Kapal kayu yang sedang membawa Minah dan Tjiran tadi pun sedang dalam bahaya hingga akhirnya menabrak tembok di dermaga dan kandas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















