top of page

Eddy Gombloh Kawan Tentara

Di awal kariernya, Eddy Gombloh suka menghibur tentara. Dia kemudian bermain dalam film komedi Benyamin Sueb dan Warkop DKI.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 6 Agu 2022
  • 2 menit membaca

BANYAK yang mengenal Eddy Gombloh sekadar pelawak yang sering muncul di film dan televisi. Ternyata, dia cukup dekat dengan tentara dan punya peran pada masa awal pemerintahan Orde Baru.


Pada 1989, Eddy Gombloh bersama para artis menghadap Presiden Soeharto di Jakarta. Buku Presiden RI ke II Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam Berita: 1989 menyebut Eddy Gombloh bersama Lilis Suryani dan Bakar Iskandar sebagai bagian dari Yayasan Dharma Artis Indonesia yang isinya artis BKS-Kostrad 1965–1970. BKS-Kostrad singkatan dari Badan Kerjasama Seniman-Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat. Jumlah artis yang bergabung dalam BKS-Kostrad mencapai 1.264 orang.


Majalah terbitan TNI-AD, Yudhagama tahun 1985 menyebut Yayasan Dharma Artis Indonesia (Artis BKS-Kostrad 1965–1970) telah banyak memberikan sumbangsihnya kepada prajurit ABRI berupa hiburan semasa penumpasan G30S/PKI.


Artis BKS-Kostrad bukan satu-satunya hubungan Eddy Gombloh dengan tentara. Ketika belum lama tiba di Jakarta, dia pernah jadi kondektur bis saat Asian Games 1962. Dia tinggal di mes yang menampung anggota tentara Kodam Diponegoro. Komando teritorial ini membawahkan wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Eddy Gombloh bernama asli Supardi lahir pada 17 Agustus 1941 di Yogyakarta. Setelah lulus SMA, dia sempat kuliah di Universitas Tujuh Belas Agustus tapi tidak tamat pada 1970.  


Dalam buku Apa Siapa Orang Film Indonesia diterangkan, pelawak kesenian tradisional ini mulai terjun ke layar kaca dalam produksi TVRI, dan grup sandiwara di sebuah klub malam. Selanjutnya pemain ketoprak ini bermain dalam film Aku Hanja Bajangan (1963) sebagai figuran, kemudian film Pantjaroba (1966) dan Djembatan Emas (1971).


Masa jaya Eddy Gombloh pada 1970-an. Dia kerap bermain dalam film-film komedi. Wajah lucu dan tumbuh tambunnya punya nilai jual dalam film komedi. Selain film komedi, dia juga pernah bermain dalam film drama anak berjudul Sam Tidar (1972) bersama Hamid Arif dan Sandi Suwardi.


Eddy Gombloh kerap muncul dalam film-film Benyamin Sueb. Beberapa filmnya antara lain Biang Kerok (1972), Benyamin Brengsek (1973), Biang Kerok Beruntung (1973), Ratu Amplop (1974), Tarsan Kota (1974), Benyamin Koboi (1975), Benyamin Tukang Ngibul (1975), Samson Betawi (1975), Tiga Janggo (1976), dan lain-lain.


Meski Benyamin Sueb selalu jadi pemeran utama, Eddy Gombloh ikut menghidupkan film-film tersebut. Dalam filmnya bersama Bang Ben, dia pernah bermain dengan Ratmi B-29. Dia juga pernah bermain bersama Doris Callebaute dalam Inem Pelayan Sexy (1976) dan Inem Nyonya Besar (1977), serta Gadis Bionik (1982) bersama Eva Arnas.


Selain film-film Benyamin Sueb, Eddy Gombloh juga ikut menghidupkan film-film awal Warkop DKI. Bersama Dono, Kasino, dan Indro, dia beradu akting dalam film Mana Tahan (1979), Ge…Er/Gede Rasa (1980), dan Manusia Enam Juta Dollar (1981). Di tahun 1980-an, film Eddy Gombloh tak sebanyak era 1970-an.


Pada 1990-an, setelah sepi dari dunia film, Eddy Gombloh sempat bermain dalam sinetron Tahta (1996). Dia kemudian menjalani hari-hari tuanya dengan sederhana di Sleman, Yogyakarta, sampai meninggal dunia pada 4 Agustus 2022.


Eddy Gombloh alias Supardi dimakamkan di TPU Tegal Alur, Kalideres. Masih satu kawasan dengan rumah lamanya di era 1970-an di Kompleks Kodam V–K II/138 Kalideres, Jakarta. Satu lagi bukti kedekatannya dengan tentara.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
transparant.png
bottom of page