Diperbarui: 1 hari yang lalu
PERNAH suatu masa celana cutbrai menjadi tren. Pedangdut Achmad Rafiq, yang meninggal 19 Januari 2013, didaulat sebagai orang yang mempopulerkannya. Dia memboyong goyang pinggul dan gaya kostum mencolok ke dangdut bersama celana panjang cutbrai khas yang dikenal sebagai “celana A. Rafiq.”
Orang datang ke penjahit cukup bilang, “Tolong jahitin celana A. Rafiq. Orang (penjahit) sudah tahu. Itu tidak bisa hilang dalam sejarah,” kata A. Rafiq kepada Andrew N. Weintraub dalam Dangdut Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia.
Dilahirkan di Semarang pada 1949, A. Rafiq dibesarkan dalam keluarga religius yang memiliki leluhur dari Timur Tengah, India, dan Turki. Dia mahir membaca Alquran. Ketika dia memutuskan berkarier di dunia musik, keluarganya menentang. Tapi dia nekat. Dia pergi dari Semarang untuk bergabung dengan orkes Melayu Sinar Kemala di Surabaya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












