top of page

Dangdut Rasa Pantura

Jika mendengar istilah dangdut pantura yang terbayang goyangan seronok dan dentuman musik keras nan cepat. Tak salah tetapi tak seluruhnya benar. Ini sejarah dangdut pantura.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pertunjukan tarling dangdut atau dangdut pantura Afita Nada di Kecamatan Kanci, Cirebon. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

13 Okt 2024
7 menit membaca

Diperbarui: 21 Jun

SUASANA pesta pernikahan di desa Kanci, Cirebon, mulai semarak. Di atas panggug, Kiki Afita (21 tahun) menyanyikan lagu “Kawin Batin” karya Dadang Anesa dengan logat Cirebon yang khas. Kiki terlihat enerjik, melangkah ke setiap sudut panggung, mengajak penonton bergoyang. Tepakan kendang, alat musik tradisional Sunda, menghentak cepat. Suling, gitar, saksofon, dan organ ikut mengiringi.


Warga berdesakan di depan panggung. Karena lokasi hajatan berada di tengah lingkungan perumahan yang sempit, sebagian dari mereka menaiki pagar. Beberapa anak kecil memperhatikan biduan bergoyang sambil duduk di pojok depan panggung. Sementara di belakang panggung, menunggu giliran menyanyi, lima biduan mengecek riasan wajah atau memainkan telepon seluler. Sesekali bibir mereka bergerak sesuai lirik lagu yang didendangkan Kiki.  


Hiburan musik berlangsung siang dan malam. Setelah istirahat jam empat sore, pementasan dilanjutkan dari jam delapan sampai tengah malam. “Tergantung permintaan yang punya hajat,” ujar Kiki kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page