top of page

Merangkai Sejarah Bahasa Bunga

Karangan bunga bukan sekadar dekorasi. Tiap bunga memiliki makna, mulai dari tanda cinta hingga peringatan yang mendorong munculnya floriografi atau bahasa bunga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penampakan karangan bunga bergaya Biedermeier. (Wikimedia Commons).

17 Jul
4 menit membaca

SUDAH sejak lama bunga menjadi media untuk mengekspresikan perasaan atau gagasan. Kebiasaan ini memicu lahirnya floriografi atau bahasa bunga, yang digunakan masyarakat Inggris dan Amerika Serikat pada abad ke-19 sebagai metode komunikasi rahasia. Popularitas floriografi berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat era Victoria yang menjunjung tinggi norma sosial dan membatasi ekspresi emosi yang terbuka dan mencolok.


Menurut Jessica Roux dalam Floriography: An Illustrated Guide to the Victorian Language of Flowers, floriografi pertama kali muncul pada 1819 melalui karya Charlotte de la Tour berjudul Le Langage des Fleurs. Buku tentang “bahasa” berkode ini digunakan secara luas sepanjang abad ke-19 baik di Inggris maupun Amerika Serikat, yang kemudian menjadi identik dengan tradisi dan budaya era Victoria.


“Makna bunga diambil dari sastra, mitologi, legenda abad pertengahan, dan bahkan bentuk bunga itu sendiri. Seringkali penjual bunga menciptakan simbolisme untuk menemani bunga-bunga baru dalam koleksi mereka, dan kadang-kadang, makna bunga berbeda tergantung pada lokasi dan waktu,” tulis Roux.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page