top of page

Ganden Sang Ksatria

Ganden hanyalah penabuh genderang dalam pasukan KNIL. Tapi dia menjadi bintang dalam pertempuran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patroli tentara KNIL di Aceh, 1939. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

27 Sep 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 9 Mei

MATAHARI masih bersinar ketika sekelompok orang Aceh membawa rotan dan melintas dekat bivak serdadu KNIL di Keumala Raja, Pidie, Aceh, pada 20 Juni 1907. Jumlah mereka sekitar 20 orang. Bivak kala itu sudah ditutup.


Salah seorang Aceh itu lalu mendatangi petugas bivak dan menyerahkan sebuah izin. Rekan-rekannya kemudian langsung membuang rotan mereka. Terlihatlah bahwa mereka sedang memegang klewang yang sedari tadi disembunyikan di dalam rotan.


Perlawanan rakyat Aceh terhadap militer Hindia Belanda masih berkobar di Keumala Raja. Belanda sudah mereka cap sebagai kafir. Para serdadu Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) tentu menjadi sasaran orang-orang Aceh itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page