- 27 Sep 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 9 Mei
MATAHARI masih bersinar ketika sekelompok orang Aceh membawa rotan dan melintas dekat bivak serdadu KNIL di Keumala Raja, Pidie, Aceh, pada 20 Juni 1907. Jumlah mereka sekitar 20 orang. Bivak kala itu sudah ditutup.
Salah seorang Aceh itu lalu mendatangi petugas bivak dan menyerahkan sebuah izin. Rekan-rekannya kemudian langsung membuang rotan mereka. Terlihatlah bahwa mereka sedang memegang klewang yang sedari tadi disembunyikan di dalam rotan.
Perlawanan rakyat Aceh terhadap militer Hindia Belanda masih berkobar di Keumala Raja. Belanda sudah mereka cap sebagai kafir. Para serdadu Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) tentu menjadi sasaran orang-orang Aceh itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















