top of page

Grafiti Setelah Proklamasi

Grafiti jadi slogan perjuangan setelah Proklamasi kemerdekaan. Diusulkan oleh Tan Malaka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Grafiti perjuangan kemerdekaan yang banyak terdapat di sepanjang jalan pada 1945. (ANRI).

17 Mar 2021
2 menit membaca

Diperbarui: 18 Jun

WALI Kota Malang, Sutiaji menuliskan grafiti pertama di Jembatan Kedungkandang pada Senin (15/3/2021). Kegiatan ini untuk mengapresiasi komunitas seniman grafiti yang suka mengkritik dengan seni.


Radarmalang.jawapos.com melaporkan, sekitar 20 komunitas dengan seratus orang lebih akan mengerjakan mural di Jembatan Kedungkandang ini selama dua minggu. Targetnya selesai sebelum ulang tahun Kota Malang.


Wali Kota Sutiaji membuat grafiti titik. “Filosofinya titik, kita harus fokus. Kita berangkat dari satu titik dan menuju ke satu titik,” kata Sutiaji dikutip beritajatim.com. Sedangkan komandan Kodim 0833 menulis “TNI Bersama Rakyat” dan kepala Kejaksaan Negeri menulis “Orang Hebat Tidak Korupsi”. Tulisan-tulisan itu oleh warganet twitter diganti dan dijadikan meme.


Dalam sejarah, grafiti menjadi slogan perjuangan setelah Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page