top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jabatan Panglima APRA untuk Sultan Hamid II

Sultan Hamid II memiliki kedekatan dengan Kapten Raymond Westerling. Bersama eks komandan pasukan khusus Belanda itu, dia bersepakat untuk melakukan aksi dalam gerakan APRA.

24 Jun 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sultan Hamid II dan Komisaris Tinggi Negeri Belanda Louis Beel. (nationaalarchief.nl).

Diperbarui: 23 Jan

RAKYAT Indonesia pernah menerima teror mengerikan pasukan Belanda antara 1946-1950. Rakyat di sejumlah daerah, khususnya Sulawesi Selatan, menjadi sasaran pembunuhan massif militer Belanda. Aksi kejam itu dipimpin oleh Kapten Raymond Pierre Paul Westerling. Pemerintah Belanda memberi hak khusus dalam setiap aksi Westerling tersebut. Itu karena tindakannya didasarkan atas cita-cita Belanda menguasai kembali Republik Indonesia.


Dukungan untuk Westerling rupanya datang juga dari seorang Republik yang ingin mempertahankan kekuasan negerinya. Adalah Sultan Hamid II atau Sultan Syarif Hamid Al-Qadrie, sultan ke-7 Kesultanan Qadriyah Pontianak. Hamid cukup dekat dengan Westerling karena kerap bertemu di sebuah kafe (yang terletak di Jakarta) sepanjang Januari 1948.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Jejak Operasi CIA di Indonesia

Sejak lama, Central Intelligent Agency (CIA) tercatat terlibat dalam beberapa peristiwa sejarah Indonesia. Apa saja?
Prosa Mantri Pustaka

Prosa Mantri Pustaka

Dengan memperkenalkan diri sebagai orang merdeka, murid paling berbakat pujangga Ranggawarsita ini mewarnai masa transisi sastra Jawa, dari tradisi klasik menuju bentuk lebih modern.
Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Soebandrio Ujung Tombak Politik Luar Negeri Sukarno

Terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya, dr. Soebandrio pernah jadi diplomat ulung Indonesia di panggung internasional. Tak gentar meladeni Amerika Serikat.
Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Ruhana Kudus Bukan Sekadar Wartawan Perempuan Pertama Indonesia

Selain sebagai wartawan perempuan pertama, Ruhana Kudus juga seorang pendidik dan penggerak masyarakat. Ia melakukan tiga peran dalam waktu bersamaan untuk memajukan kaum perempuan.
Bapak Persandian Indonesia

Bapak Persandian Indonesia

Roebiono Kertopati dikenal sebagai Bapak Persandian Indonesia. Separuh hidupnya didedikasikan untuk memimpin lembaga sandi negara.
bottom of page