top of page

Kala Sultan Hamid Dihina Orang Belanda

Sebelum jadi sultan Pontianak, Hamid Alkadri sudah perwira KNIL. Sewaktu muda dia pernah diusir dari klub orang Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sultan Hamid II (KITLV)

  • 8 Jul 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 10 Jul 2025

DE Simpangsche Societeit atau Simpang Club (kemudian Balai Pemuda Surabaya) merupakan tempat orang-orang kulit putih (Belanda atau Eropa) biasa bersantai lewat mengobrol, mendengar musik, atawa berdansa. Pada suatu malam sekitar tahun 1940-1941, salah satu pengunjung agak terkejut karena melihat seorang pesohor dari Malang masuk ke dalam kelab itu.

 

“O, itu Alkadri,” kata Nyonya Visscher, istri seorang administrator perkebunan di Jawa Timur.

 

Adik nyonya Belanda itu, yang adalah sekretaris Simpang Club, pun bereaksi. Sebab, ada aturan yang melarang orang selain kulit putih dilarang masuk ke kelab tersebut. Sudah jamak di tempat ekslusif orang kulit putih di Hindia Belanda seperti kelab atau kolam renang ada tulisan Verboden voor Honden en Inlander, yang artinya kurang lebih Dilarang masuk untuk anjing dan pribumi.

 

Maka begitu mengetahui ada pria bernama “Max” Hamid Alkadri di dalam kelabnya, sekretaris Simpang Club langsung ambil tindakan. Setelah mendekatinya, sekretaris itu langsung mengusir Alkadri dari Simpang Club secara sopan.

 

“Ibu dan aku terperanjat. Kami tak pernah memperhatikan bahwa Simpang Club hanya untuk orang kulit putih. Kami jadi ikut terguncang olehnya,” aku Elien Visscher, putri dari Nyonya Visscher, di kemudian hari seperti ditulisnya dalam memoarnya Melintasi Dua Zaman. “Esoknya Ibu terlibat debat dengan paman mengenai kejadian malam sebelumnya. Ibu sangat memikirkan hal itu, sebab ia tidak sengaja melaporkan Alkadri.”

 

Alkadri cukup tersohor di Malang. Dia satu dari sedikit letnan tentara kolonial Koninklijk Nederladsch Indische Leger (KNIL) di Malang. Koran De Locomotief tanggal 27 November 1936 menyebut, Sjarif Hamid Alkadri adalah lulusan Koninklijk Militaire Academie (KMA/Akademi Militer Kerajaan) di Breda. Setelah lulus dan kembali ke Nusantara dengan kapal SS Sibajak, dia ditugaskan di Batalyon Infanteri ke-8 di Malang.

 

Sebagai perwira KNIL sekaligus bangsawan tinggi, Alkadri seharusnya sudah punya status yang sama secara hukum dengan orang Belanda seperti kebanyakan perwira KNIL dari golongan pribumi atau penduduk non-Belanda lain. Bahkan, Alkadri semestinya sudah bisa hidup seperti orang Belanda, sebab istrinya pun orang Belanda. De Indische Courant edisi 1 Juni 1938 menyebut, Letnan Hamid yang disapa Max ini kawin dengan Didi alias Marie van Delden, putri Nico van Delden. Pada 1941, pangkat Max Hamid seharusnya sudah letnan dua.

 

Pengusirannya yang halus di Simpang Club itu bisa dipandang khalayak sebagai penghinaan. Namun Letnan “Max” Hamid Alkadri tampak tidak merasakan penghinaan dari orang Belanda.

 

Selama bertahun-tahun, pangeran dari Kesultanan Kadriah Pontianak itu terus berdinas di KNIL. Ketika Perang Pasifik pecah, Max tidak mundur. Dia sempat bertugas di Balikpapan hingga terluka.

 

Setelah KNIL keok dalam Perang Pasifik, Max termasuk salah satu anggota KNIL yang menjadi tawanan perang Jepang. Benjamin Bouman dalam Benjamin Bouman, Van Driekleur tot Rood-Wit. De Indonesische officieren uit het KNIL 1900-1950 menyebut Max ditawan di Bandung. Setelah Perang Pasifik selesai, Max melanjutkan dinasnya lagi di KNIL hingga dia dipanggil pulang untuk menggantikan ayahnya menjadi Sultan Pontianak dengan gelar Sultan Hamid II.

 

Sultan Hamid II pernah menjadi ketua musyawarah federal, organisasi yang terdiri dari dewan-dewan daerah dipimpin raja-raja maupun negara-negara federal yang dikawal Belanda, yang disebut Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO). BFO punya kepentingan berbeda dari Republik Indonesia (RI) yang berpusat di Jawa. Belum lagi, dalam praktiknya Sultan Hamid II cenderung lebih dekat dengan Belanda meskipun pernah dihina dan diusir halus orang Belanda karena dia bukan kulit putih seperti orang Belanda. Itu dibuktikan dengan kesediaannya menjadi ajudan istimewa ratu Belanda di saat banyak rekan sebangsanya mempertaruhkan nyawa demi mengusir penjajahan Belanda kembali. Maka itu Sultan Hamid II dianggap berseberangan dengan RI.

 

Setelah Belanda angkat kaki, Sultan Hamid II dijadikan Menteri Negara dalam kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS). Dia dikenal sebagai perancang lambang negara RI Garuda Pancasila.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
transparant.png
bottom of page