top of page

Keistimewaan Candi Zaman Majapahit

Candi berfungsi sebagai monumen sejarah dan eksistensi raja-raja terdahulu.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 10 Jun 2016
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 12 Jul 2025

BANGUNAN candi pada masa Hindu Buddha di Jawa Timur, khususnya era Kerajaan Majapahit memiliki keistimewaan yang berbeda dari masa sebelumnya. Dari segi fungsi, misalnya. Candi pada era Jawa Tengah lebih dikenal sebagai kuil pemujaan. Sedangkan pada periode Jawa Timur, candi berkaitan dengan ritus pemujaan leluhur, candi berfungsi sebagai tempat pendharmaan, dan wadah untuk mengenang raja yang sudah berpulang.


“Dari pembangunan candi-candi Majapahit ini kita mengetahui adanya raja sponsor. Raja yang sudah mangkat, 12 tahun kemudian oleh keturunan yang menggantikan akan dibuatkan candi pemujaannya,” jelas Agus Aris Munandar, guru besar arkeologi Universitas Indonesia, dalam bedah bukunya Keistimewaan Candi-candi Zaman Majapahit, di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (9/6).


Agus menegaskan, candi bukanlah tempat untuk menguburkan abu jenazah. Dengan konsep pendharmaan, candi berfungsi sebagai monumen sejarah dan eksistensi raja-raja terdahulu.


Keistimewaan candi dari masa Majapahit ini juga berkaitan dengan wilayah. Misalnya, pada peninggalan yang terdapat di wilayah Gunung Penanggungan, tempat pemujaan lazim ditemukan dalam bentuk punden berundak.


“Jadi menyesuaikan dengan kondisi kemiringan lingkungan,” kata Agus. Yang menarik adalah Punden Kendalisodo atau Kepurbakalaan 65 yang berdiri persis di tebing yang sangat terjal. “Dulu semakin sulit membangun dan mencapai bangunan suci, artinya ibadahnya semakin dalam. Mungkin begitu,” ujar dia.


Sementara itu, L.G. Saraswati Putri, dosen filsafat Universitas Indonesia, mengatakan bahwa pembangunan candi sebenarnya selalu mempertimbangkan aspek lingkungan hidup. “Ketika mengetahui soal ini saya jadi ingat fenomenologi lingkungan hidup,” lanjutnya.


Menurut Saraswati, konsep pembangunan candi dapat dijelaskan dengan pemikiran filsuf Jerman, Martin Heidegger, yang diangkat dari ceramahnya berjudul “Building, Dwelling, Thinking” (Membangun, Menghidupi, dan Berpikir). Berdasarkan pemikiran Heidegger, membangun selalu berkaitan dengan identitas si pembangun. Adapun identitas ini selalu terproyeksi ke masa depan.


“Jadi kita membayangkan nenek moyang kita membangun ini bukan untuk alasan pragmatis aja. Khususnya di masa Majapahit ada kecerdasan dalam memahami tata ruang dengan teknologi yang sederhana,” paparnya.


Berdasarkan teori Heidegger, lanjut Saraswati, dalam bangunan sesungguhnya ada “kehidupan”. Artinya, ketika membangun manusia akan menciptakan suatu kosmologi. “Misalnya di wilayah situs candi di Trowulan. Kita bisa memahami itu menjadi suatu kosmologi. Di mana tradisi keagamaannya tak bisa dipisahkan dari bagaimana mereka hidup sehari-hari,” terangnya. Jadi, itu menjadi suatu keteraturan yang membuat manusia tidak hanya membangun untuk saat ini. Namun, juga proyeksi yang akan diwariskan kepada keturunannya.


Hal itu juga yang menurut Saraswati membuat proses pembangunan candi begitu rumit. Itu termasuk mempertimbangkan keadaan ekosistem lahan pembangunan. Dalam hal ini biasanya dilihat dari tingkat kesuburan lahan. “Jadi candi ini juga bisa menjadi pertanda wilayah subur di wilayah Jawa Timur. Ini menarik untuk dikaji lagi,” ungkapnya.*


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
bg-gray.jpg
Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
transparant.png
bottom of page