top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kerusuhan Rasial Terhadap Tionghoa

Sejarah mencatat betapa kerusuhan rasial terhadap Tionghoa bak api dalam sekam.

Oleh :
6 Jun 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Mal Ratu Luwes di Solo terbakar. Solo menjadi salah satu kota yang terdampak besar kerusuhan Mei 1998. Banyak bangunan bisnis dan pertokoan yang dibakar massa. (Wikimedia Commons).

  • 7 Jun 2025
  • 2 menit membaca

PADA 1813, tuan tanah kaya Han Ti Ko di Probolinggo dibunuh dan menimbulkan kekacauan sosial lebih luas ke kabupaten sekitarnya. Penduduk sekitar menyebutnya Ketoebroek Tjina atau serangan terhadap Cina.


Encyclopaedia van Nederlandsch Indie menyebutnya Keproek Tjina! Ini bukan kasus pertama dan terakhir. Sejarah mencatat betapa kerusuhan rasial bak api dalam sekam. Dipicu masalah sepele hingga prasangka yang sudah berurat-akar sedari dulu, kerusuhan bisa meledak.


1740

Pemberontakan terhadap VOC yang berujung pembantaian rasial terhadap orang Tionghoa di Batavia. Di Semarang, mereka mengepung pos VOC, dan kemudian jadi sekutu Pakubuwana II. Namun, pasukan VOC akhirnya memukul mundur dan membunuh semua orang Tionghoa.


1813

Kerusuhan sosial di Probolinggo, Panarukan, Besuki, Lumajang, Puger, dan Bondowoso akibat dominasi politik dan ekonomi para pengusaha Tionghoa.


1825

Pembantaian pertama yang dilakukan orang Jawa terhadap penduduk Tionghoa menjelang Perang Jawa.


1912-1918

Karena sentimen dagang, kerusuhan anti-Tionghoa meledak di Surabaya dan Solo, kemudian meluas ke Bangil, Tuban, Rembang, Cirebon, dan Kudus.


1945-1949

Di masa revolusi, terjadi kerusuhan rasial di sejumlah daerah: Surabaya, Tangerang, Bagansiapiapi, Palembang, dan sebagainya.


1963

Bermula dari keributan di kampus Institut Teknologi Bandung, pecah kerusuhan di Cirebon yang merembet ke tempat lain di Jawa Barat (Bogor, Cianjur, Sukabumi, Garut, Cipayung, dan terparah di Bandung) dan ke daerah lain seperti Tegal, Slawi, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Medan.


1965-1968

G30S mengakibatkan penangkapan, pembunuhan, serta pengrusakan toko dan rumah orang Tionghoa di sejumlah daerah.


1970

Kerusuhan rasial di Manado.


1973

Pengrusakan terhadap toko Tionghoa karena menggunakan kertas bertuliskan huruf Arab sebagai pembungkus di Palu dan serempetan mobil dengan gerobak di Bandung.


1974

Pengrusakan di Jakarta sebagai dampak Peristiwa Malari.


1980

Pengrusakan rumah dan toko akibat kasus majikan-pembantu di Ujung Pandang serta perkelahian di Medan dan Solo.


1986

Pengrusakan mobil dan toko akibat masalah pembantu-majikan di Surabaya.


1995

Pengrusakan karena kasus penamparan di Purwakarta dan penghinaan agama Islam di Pekalongan.


1996

Tak bisa menonton konser Iwan Fals, terjadi pengrusakan toko di Bandung.


1997

Pengrusakan rumah dan toko karena percekcokan di Rengasdengklok dan pembacokan di Ujung Pandang.


1998

Berangkat dari krisis moneter, kerusuhan rasial di Jakarta, Solo, Medan, Surabaya, dan sejumlah daerah.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Demi Mudik, Serdadu Indo-Jawa KNIL Pilih Desersi

Bertumbuh di Jawa membuatnya punya kerinduan besar pada kampung halaman. Adanya  tawaran berpadu kenekatannya membawa George Reuneker memilih desersi demi mudik.
Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Di Balik Dukungan Palestina terhadap Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Seperti apa sebetulnya dukungan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia yang sampai diperdebatkan ilmuwan dan pegiat media sosial beberapa waktu lalu?
Senjakala Telenovela

Senjakala Telenovela

Meski menuai pro-kontra, telenovela tetap menguasai tayangan televisi Indonesia. Kejayaan opera sabun Amerika Latin ini berakhir karena penonton jenuh dan beralih ke drama Mandarin dan Korea.
bottom of page