top of page

Ketika Jenderal Nasution Marah

Ketegangan terjadi ketika Presiden Sukarno merombak Kabinet Dwikora. Atas nama keadilan, Jenderal Nasution menolak prosesi serah terima jabatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jenderal TNI Abdul Haris Nasution dan istri, Yohana Sunarti. (Wikimedia Commons).

5 Jan 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 31 Mei

PASCA peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 keadaan negara bisa dikatakan kisruh. Gerakan penumpasan massa PKI menyebabkan situasi keamanan tidak terkendali. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Aksi demonstrasi menentang pemerintah pun semakin menguat.


Untuk mengatasi gejolak tersebut, Presiden Sukarno melakukan perombakan besar-besaran di jajaran kabinetnya. Pada 21 Februari 1966, keluar pengumuman dari Istana bahwa Presiden me-reshuffle Kabinet Dwikora. Dalam Kabinet Dwikora yang disempurnakan itu sejumlah menteri ditambahkan sehingga memunculkan istilah “Kabinet 100 Menteri”. Ketua Nahdalatul Ulama Idham Chalid menjadi wakil perdana menteri IV.


“Tapi yang membuat kami kaget adalah digesernya Jenderal Nasution sebagai menteri pertahanan, diganti dengan Mayor Jenderal Sarbini,” kata Jenderal Soemitro dalam memoarnya Soemitro: Dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkamtib.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page