top of page

Mahasiswa Asing dan Propaganda Amerika Serikat di Masa Perang Dingin

Amerika Serikat percaya dengan memperkenalkan budayanya kepada mahasiswa asing dapat meredam penyebaran komunisme. Namun, kontradiksi dengan diskriminasi yang membuat mahasiswa asing dari kelompok kulit berwarna menjadi minoritas di Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

10 Jun 2025
5 menit membaca

“PROPAGANDA komunis begitu palsu, kasar, dan terang-terangan, sehingga kita bertanya-tanya bagaimana seseorang dapat terpengaruh olehnya. Kita lupa bahwa sebagian besar orang yang menjadi sasaran propaganda tersebut tidak memiliki akses bebas terhadap informasi yang akurat. Kita lupa bahwa mereka tidak mendengar siaran atau membaca surat kabar yang tidak memihak. Kita lupa bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari kebenaran dengan melakukan perjalanan ke luar negeri atau berbicara secara bebas dengan para pelancong di negara mereka sendiri... Terlalu sering orang-orang yang menjadi sasaran propaganda komunis tidak mengenal orang Amerika atau warga negara dari negara-negara bebas lainnya. Mereka tidak mengenal kita sebagai petani dan pekerja... Mereka bahkan tidak tahu apa yang kita maksudkan ketika kita mengatakan ‘demokrasi’... Ini adalah salah satu tugas terbesar yang dihadapi bangsa-bangsa merdeka saat ini, yakni menghadapi propaganda palsu dengan kebenaran di seluruh dunia... Kita harus mendorong lebih banyak lagi orang dari negara lain untuk mengunjungi kita di sini... Kita harus membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar asing untuk menempuh pendidikan di sekolah dan universitas kita,” kata Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman di depan konvensi tahunan American Society of Newspaper Editors di Hotel Statler, Washington D.C., April 1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page