top of page

Membesuk Sejarah Rumah Sakit Fatmawati

Prihatin dengan kondisi para bocah yang terpapar penyakit TBC, Bu Fat memprakarsai pembuatan sanatorium khusus anak. Cikal bakal RS.Fatmawati sekarang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah Sakit Fatmawati dan Ibu Fatmawati (inset). Sumber: Repro "50 Tahun RSUP Fatmawati"

7 Feb 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Feb

Ibu Fatwamati, istri Presiden Sukarno dalam tugasnya sebagai ibu negara sering blusukan ke tengah masyarakat. Biasanya, Bu Fat –sapaan akrab Fatmawati– mengunjungi permukiman kumuh di kawasan pinggiran Jakarta. Di beberapa kampung yang sanitasi udaranya buruk, Bu Fat menyaksikan betapa banyak anak-anak terserang penyakit paru. Ibu Fat prihatin. Dia pun teringat pada ayahnya, Hasan Din yang juga penderita asma.


“Ibu lihat banyak anak terserang TBC. Saat itulah terpikir oleh Ibu, alangkah membantunya jika ada rumah sakit khusus untuk anak-anak penderita TBC,” ujar Satyagraha, Pemimpin Redaksi Berita Minggu kepada Kadjat Adra’i dalam Suka Duka Fatmawati Sukarno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page