- Amanda Rachmadita
- 6 Feb 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
SEABAD lalu, 5 Februari 1923, Fatmawati lahir dengan nama Fatimah dari pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah. Walaupun ia seorang wanita biasa dari suatu desa di Bengkulu, tapi ia memiliki semangat yang tinggi. Dimulai sejak remaja, ia sudah terjun ke masyarakat. Ia berkumpul bersama kaum wanita; remaja, anak-anak muda, dan ibu-ibu dari organisasi wanita Aisyiyah, karena ayahnya adalah pendiri Muhammadiyah di Bengkulu.
Fatmawati suka mambaca buku terutama buku-buku sejarah perjuangan wanita. Ia juga pernah menjadi guru pada masa pendudukan Jepang. Setelah hubungan penguasa Jepang dengan Muhammadiyah membaik, berkat usaha seorang Tionghoa muslim, Abdul Karim Oei Tjeng Hien, Fatmawati mengajar di sekolah Muallimat Muhammadiyah yang terletak tidak jauh dari rumahnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












