- 14 Mei 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 Feb
FATMAWATI melahirkan anak terakhir pada 13 Januari 1953. Sukarno akan memberinya nama Taufan. Namun, Fatmawati tidak setuju, lebih suka dengan nama Guruh. Anak lelaki kedua setelah Guntur itu pun dinamai Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra.
Fatmawati mengalami pendarahan ketika melahirkan Guruh. Oleh karena itu, dokter menyarankan sebaiknya Fatmawati tidak punya anak lagi karena berbahaya.
“Sering saya kemudian ingat, betapa menderitanya Bu Fat. Beliau berhasil lolos dari risiko kematian akibat melahirkan, namun segera memasuki dunia penuh kepedihan dan kepahitan ketika rumah tangganya dirusak oleh sesama kaumnya,” kata Meutia Farida Hatta Swasono, putri Bung Hatta, dalam pengantar buku Suka Duka Fatmawati Sukarno karya Kadjat Adra’i.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












