top of page

Bu Fat Wafat

Fatmawati meninggal mendadak sepulang umrah. Tak sempat mendengarkan lagu persembahan Guruh Sukarnoputra.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Fatmawati meninggal pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia. (ANRI).

14 Mei 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Feb

FATMAWATI melahirkan anak terakhir pada 13 Januari 1953. Sukarno akan memberinya nama Taufan. Namun, Fatmawati tidak setuju, lebih suka dengan nama Guruh. Anak lelaki kedua setelah Guntur itu pun dinamai Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra.


Fatmawati mengalami pendarahan ketika melahirkan Guruh. Oleh karena itu, dokter menyarankan sebaiknya Fatmawati tidak punya anak lagi karena berbahaya.


“Sering saya kemudian ingat, betapa menderitanya Bu Fat. Beliau berhasil lolos dari risiko kematian akibat melahirkan, namun segera memasuki dunia penuh kepedihan dan kepahitan ketika rumah tangganya dirusak oleh sesama kaumnya,” kata Meutia Farida Hatta Swasono, putri Bung Hatta, dalam pengantar buku Suka Duka Fatmawati Sukarno karya Kadjat Adra’i.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page