top of page

Memvisualisasikan Jejak Boedi Oetomo

Arsip-arsip Boedi Oetomo dipamerkan. Lintasan sejarahnya divisualisasikan supaya anak muda mau belajar sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kiri-kanan: K.J.P.F.M. Charles Jeurgens (direktur Arsip Nasional Belanda), W. Wouter Plump (wakil dutabesar Belanda untuk Indonesia), Pramono Anung Wibowo (wakil ketua DPR RI), dan Bonnie Triyana (kurator dan pemimpin redaksi majalah historia). (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

22 Agu 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEJARAH Boedi Oetomo penting untuk dipelajari karena ia merupakan bagian dari rangkaian sejarah panjang kebangkitan Indonesia.


Demikian sambutan Pramono Anung Wibowo, wakil ketua DPR RI, dalam pembukaan pameran Arsip Boedi Oetomo di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jalan Gajah Mada No. 111 Jakarta Barat, pada 21 Agustus 2014.


“Dalam konteks kekinian, harapannya dengan mengetahui sejarah akan membangun optimisme bangsa Indonesia,” kata Pramono. “Sebab di manapun, tidak mungkin tiba-tiba sebuah negara menjadi maju. Pasti ada akar sejarah yang kuat di dalamnya.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page