top of page

Mengasah Sejarah Pisau Cap Garpu

Ketajaman mata pisaunya membuat perkakas dapur ini menjadi senjata andalan para petarung. Mulai dari pesilat, preman, hingga pecarok menggunakan Pisau Cap Garpu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Model klasik Pisau Cap Garpu produksi Solingen, Jerman. (herder-solingen.de).

1 jam yang lalu
3 menit membaca

NAMA Johny Sembiring punya reputasi mentereng dalam sejarah kriminalitas. Di era Orde Lama, Johny dikenal sebagai bandit kelas kakap yang disegani kawan dan lawan. Pada 1980-an, setelah meninggalkan dunia premanisme, Johny menjadi pelopor jasa penagihan utang (debt collector).


Ketika mendekam di penjara Glodok pada awal 1970, Johny terlibat pertarungan sengit dengan sesama napi dari kelompok Banten. Johny dituakan dalam kelompok Batak dan diangkat sebagai pemimpin. Tapi, kelompok Batak kalah jumlah dan kalah persediaan senjata dari kelompok Banten.


Johny tak habis akal. Seorang napi dari kelompok Batak bermarga Simanjuntak, menjalani rawat jalan dua kali semiggu di RSPAD Gatot Subroto karena luka tembak setelah melarikan diri dari Rutan Guntur. Johny meminta kepada Simanjuntak untuk membawa senjata sekembalinya ke penjara Glodok.


“Ketika dia pergi berobat ke rumah sakit, pulangnya membawa tiga bilah Pisau Cap Garpu. Ini merk pisau yang terkenal di kalangan preman,” terang Johny seperti dikisahkan Agoes M.D. dan A. Husein KNDM dalam Johny Sembiring antara Tembok dan Tuhan.


Dalam sebuah perkelahian, kelompok Batak berhasil mematikan enam dari sepuluh pemimpin kelompok Banten. Inisiden ini membuat napi kelompok Batak dipindahkan ke Rutan Cipinang. Setelah bebas dari penjara, Johny menantang seorang perwira militer bintang dua berinisial ML, yang telah mengambil istrinya selama dia dipenjara.


Ketika perwira itu mendatangi rumahnya, Johny yang berkain sarung sudah menyiapkan sebilah Pisau Cap Garpu di pinggangnya. Untunglah tak terjadi pertumpahan darah. Johny bersedia berdamai setelah ML memberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi.


Awalnya Pisau Cap Garpu hanya perkakas dapur biasa. Friederich Herder memproduksi Pisau Cap Garpu sejak 1802. VOC kemudian memperkenalkan pisau ini ke Nusantara. Karena diproduksi di Solingen, kota industri besi dan baja di Jerman, pisau ini dikenal dengan nama Pisau Solingen. Namun, lambang garpu pada pangkal bilah membuat pisau ini tersohor di Hindia Belanda dengan sebutan Pisau Tjap Garpu.


“Sejak saat itu merek dagang Tjap Garpu (Fork Brand) menjadi terkenal di Timur Dekat dan Timur Jauh,” sebut kolektor senjata kuno, Vincenzo Clarizia dalam Ancient Weapons of Oman, Volume I–Edged Weapons.


Ketajaman mata pisau dan kualitas material bermutu tinggi pada gagang dan bilah membuat Pisau Cap Garpu menjadi lebih dari sekadar perkakas dapur. Kemampuan pisau ini bukan hanya untuk menetak atau memotong, tapi juga efektif dalam mengiris dan menyayat. Pisau ini juga mampu untuk menujah atau menusuk.


Di akhir era kolonial Hindia Belanda dan memasuki zaman kemerdekaan Indonesia, Pisau Cap Garpu beralih fungsi menjadi senjata bela diri maupun untuk menyerang. Tak heran pisau ini digandrungi kalangan pesilat maupun penjahat. Begitulah transformasi Pisau Cap Garpu, dari perkakas dapur menjadi alat tikam.


Alex Cheung, Charly Huang, dan Erwin Tan dalam Melacak Jejak Kungfu Tradisional di Indonesia menyebut para jagoan silat kuntau keturunan Tionghoa biasanya suka bepergian dengan membawa senjata. Senjata yang umum dibawa salah satunya adalah pisau. Pisau yang cukup populer di kalangan masyarakat adalah pisau dapur Tjap Garpu. Pisau ini bentuknya lugas. Badan pisau terbuat dari baja dengan gagang kayu. Panjangnya antara 5 inci sampai 12 inci.


“Pisau dapur Tjap Garpu sangat legendaris dan kondang di kalangan dunia persilatan ataupun dunia hitam dan identik dengan pisau sebagai senjata, sampai-sampai ada sebutan (anekdot) saat seorang ahli kuntau hendak berangkat dari rumahnya biasanya diingatkan oleh istri atau anggota keluarganya, apakah sudah membawa pisau Tjap Garpu atau belum,” catat Alex Cheung dkk.


Sementara itu, di kalangan pesilat Betawi, Pisau Cap Garpu menjadi salah satu sajian dalam wisuda pesilat Beksi. Dalam tradisi rasulan ini, menurut peneliti sejarah Jakarta Reyhan Biadillah, seorang calon pesilat Beksi yang hendak diwisuda gurunya harus mengantarkan sajian, yang terdiri dari ayam ingkung, kelapa hijau, kembang tujuh rupa, jajan pasar, dan Pisau Cap Garpu.


Sajian tersebut ditambah dengan rujak akan didoakan oleh sang guru kemudian dimakan bersama para murid lainnya. Setiap sajian punya filosofinya masing-masing. Pisau Cap Garpu sendiri telah dikenal masyarakat Betawi karena kekuatan bahan bajanya dan ketajamannya stabil.


“Hal ini menyimbolkan kekuatan serta ketajaman hati dan akal pesilat Beksi,” tulis Reihan dalam Silat Beksi dan Tokohnya di Petukangan.


Ketajaman Pisau Cap Garpu sanggup untuk melumpuhkan bahkan merenggut nyawa. Pada 1960-an, menurut Johny Sembiring, Pisau Cap Garpu menjadi senjata yang terkenal di kalangan bandit dan preman. Entah itu sebagai alat tikam atau sekadar untuk menggertak.


Orang Madura yang terkenal dengan senjata clurit juga menggunakan Pisau Cap Garpu. Clurit merupakan senjata tajam berbentuk sabit yang biasanya digunakan untuk carok atau tradisi orang Madura duel satu lawan satu untuk menyelesaikan masalah. Namun, tak ada pakem senjata apa yang harus digunakan dalam carok. Kadang-kadang Pisau Cap Garpu juga digunakan untuk berduel.


“Meski ada juga orang Madura yang kalau carokan suka pakai todik (pisau dapur khas Madura) atau Pisau Cap Garpu,” kata Maryadi, kepala desa Rebesan, Madura, dalam harian Bernas, 13 Januari 1992.


Kini, Pisau Cap Garpu kembali ke khitahnya sebagai perkakas dapur. Kisah legendanya sebagai senjata para petarung telah menjadi sejarah. Kendati demikian, Pisau Cap Garpu masih terus diproduksi. Model klasiknya yang asli agak langka di pasaran, namun cukup terkenal di kalangan kolektor.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Ketajaman mata pisaunya membuat perkakas dapur ini menjadi senjata andalan para petarung. Mulai dari pesilat, preman, hingga pecarok menggunakan Pisau Cap Garpu.
Ketajaman mata pisaunya membuat perkakas dapur ini menjadi senjata andalan para petarung. Mulai dari pesilat, preman, hingga pecarok menggunakan Pisau Cap Garpu.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Tim Garuda Muda tengah “menyala”. Harapan kembali ke pentas olimpiade terbuka lebar setelah absen nyaris tujuh dekade di cabang sepakbola.
Sukarno menjadikan istana kepresidenan sebagai ruang budaya. Dia jadikan alat komunikasi dan diplomasi.
Sukarno menjadikan istana kepresidenan sebagai ruang budaya. Dia jadikan alat komunikasi dan diplomasi.
Dunkirk versi Nolan lebih mengedepankan drama survival ratusan ribu serdadu Sekutu. Film yang disebut-sebut sebagai mahakarya terbaiknya.
Dunkirk versi Nolan lebih mengedepankan drama survival ratusan ribu serdadu Sekutu. Film yang disebut-sebut sebagai mahakarya terbaiknya.
transparant.png
bottom of page