- 20 Sep 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
FESTIVAL Seni Multatuli hadir lagi di Alun-Alun Timur, tak jauh dari Museum Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Dengan mengedepankan tema “Orang-Orang Baru dari Banten”, hajatan terbuka untuk umum yang dihelat pada 19-21 September 2025 itu kembali menyuguhkan memori akan Multatuli lewat kolaborasi seni-budaya lokal dan nasional.
Multatuli adalah nama pena dari Eduard Douwes Dekker. Ia pernah bekerja sebagai ambtenaar hingga asisten residen kolonial Hindia Belanda di Sumatra, Purwakarta, dan Lebak pada pertengahan abad ke-19.
Multatuli kondang lewat karyanya, Max Havelaar (1860). Novel satire yang lantas mengguncang kolonialis Belanda itu karena secara gamblang menguak penindasan oleh kolonialis di tanah Hindia. Max Havelaar membangkitkan pemikiran-pemikiran anti-kolonialisme lantaran juga dibaca banyak tokoh dunia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












