top of page

Obsesi Soeharto Kepada Gajah Mada

Soeharto membutuhkan Gajah Mada untuk melegitimasi kekuasaannya. Berhasil dengan topeng Gajah Mada, namun gagal menemukan lokasi Gajah Mada mengucapkan sumpahnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto. (LIFE).

20 Jun 2017
2 menit membaca

PADA suatu hari di tahun 1980-an, Ayatrohaedi, arkeolog dan guru besar Fakultas Sastra Universitas Indonesia, menerima misi penting dari Maulana Ibrahim, kepala bidang pemugaran Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.


Maulana meminta Ayatrohaedi untuk pergi ke Mojokerto termasuk Trowulan untuk mencari tempat Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa sebagaimana disebutkan dalam Nagarakretagama karya Mpu Prapanca.


“Seketika itu juga aku mengatakan kecil kemungkinan menemukan tempat itu, namun Maulana memaksaku juga,” kata Ayatrohaedi dalam memoarnya, 65=67 Catatan Acak-Acakan dan Cacatan Apa Adanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page