- Petrik Matanasi
- 11 Sep 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
SUKSESI raja Bolaang Mongondow sepeninggal Datu Cornelis Manopo pada 1927 memberi “berkah” pada Abraham Patra Mokoginta. Pria cendekia asal Bolaang itu berpeluang naik takhta menggantikan mertuanya itu. Namun, tidak mudah baginya menyelesaikan langkah politik yang tinggal setapak lagi itu.
Patra merupakan menantu dari Raja Bolaang Mongondow Datu Cornelis Manopo. Dia menikah dengan Bua Baay Manoppo, putri sang raja.
Namun bukan posisi sebagai menantu raja yang membuat Patra dikenal publik. Patra merupakan bangsawan-cendekia progresif Bolang Mongondow yang aktif berpolitik dan membangun masyarakat. Kiprahnya itu membuatnya dipercaya menjadi Jogugu, setara perdana menteri atau patih di Jawa. Dia memangku jabatan itu dari 1911 hingga 1928.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












