top of page

Patra Mokoginta Gagal Jadi Raja dan Dibuang

Bangsawan terdidik yang dianggap progresif ini berjasa terhadap pembangunan Bolaang Mongondow. Terbuang saat suksesi di kerajaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letjen TNI (Purn.) AY. Mokoginta dan Hadidjah Lena Mokoginta, putra-putri Patra Mokoginta (Repro Soeharto & Barisan Jenderal Orba).

11 Sep 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

SUKSESI raja Bolaang Mongondow sepeninggal Datu Cornelis Manopo pada 1927 memberi “berkah” pada Abraham Patra Mokoginta. Pria cendekia asal Bolaang itu berpeluang naik takhta menggantikan mertuanya itu. Namun, tidak mudah baginya menyelesaikan langkah politik yang tinggal setapak lagi itu.


Patra merupakan menantu dari Raja Bolaang Mongondow Datu Cornelis Manopo. Dia menikah dengan Bua Baay Manoppo, putri sang raja.


Namun bukan posisi sebagai menantu raja yang membuat Patra dikenal publik. Patra merupakan bangsawan-cendekia progresif Bolang Mongondow yang aktif berpolitik dan membangun masyarakat. Kiprahnya itu membuatnya dipercaya menjadi Jogugu, setara perdana menteri atau patih di Jawa. Dia memangku jabatan itu dari 1911 hingga 1928.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page