top of page

Pegawai Negeri Bukan Priayi

Pegawai negeri harus melayani dan mengabdi, bukan jadi priayi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). (Repro Rekaman Peristiwa 1995 Suara Pembaruan).

2 Des 2014
3 menit membaca

Diperbarui: 26 Jan

PRESIDEN Joko Widodo dalam sambutan di hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43 pada 1 Desember 2014, meminta para pegawai negeri sipil agar meninggalkan mental priayi atau penguasa. “Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Jokowi.


Sosiolog Harsya W. Bachtiar menyebutkan, golongan yang dahulu dinamakan priayi sekarang muncul dalam bentuk korps pegawai negeri sipil. Persamaannya, cara bekerjanya tidak diarahkan pada prestasi profesional tetapi untuk naik pangkat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page