- 17 Sep 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
PENYAKIT cacar hitam yang melanda Tanah Batak memakan banyak korban. Dalam bahasa Batak, penyakit ini disebut Ngenge na birong, karena menyebabkan ruam-ruam berwarna hitam di badan. Hampir setiap hari, sekira 20-30 anak-anak meninggal akibat cacar di kampung-kampung sekitar Lembah Silindung. Wabah epidemi ini merebak sekitar paruh kedua 1860.
Ludwig Ingwer Nommensen, pendeta Kristen asal Jerman, bersama istri yang baru dinikahinya, Karoline Gubrod, terlibat dalam pelayanan kesehatan menyembuhkan orang-orang terjangkit cacar. Di kampung Huta Dame, basis penginjilan yang didirikan Nommensen di Lembah Silindung sejak 1863, tiada seorang pun yang meninggal. Aktivitas pelayanan kesehatan Nommensen ini terdengar sampai ke Bakkara, wilayah kekuasaan Dinasti Sisingamangaraja. Saat itu yang menjadi raja-imam di Bakkara adalah Sisingamangaraja XI.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












