top of page

Aksi Nommensen di Tanah Batak

Penginjilan melalui pengobatan dan pelayanan orang sakit yang dilakukan sang pendeta menjangkau banyak orang Batak hingga agama Kristen berkembang pesat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Inger Ludwig Nomensen, misionaris Jerman yang berjasa dalam menyeberkan agama Kristen di Tanah Batak. (Wikimedia Commons).

22 Apr 2020
3 menit membaca

MALAPETAKA yang terjadi akibat epidemi kolera di Tanah Batak sungguh mengerikan. Saat itu, angka kematian pada anak-anak sangat tinggi. Kampung-kampung yang tercemar wabah terasa mencekam bahkan ada yang ditinggalkan penghuninya. Sebagian besar keluarga memiliki lebih banyak anak di kuburan daripada di rumah. Diperkirakan, tiga perempat dari populasi anak yang dilahirkan telah meninggal sebelum usia delapan tahun.


Demikianlah catatan Ludwig Ingwer Nommensen dalam suratnya tertanggal 5 Juli 1875 yang menggambarkan situasi di kawasan Batak Toba, Tapanuli Utara. Nommensen adalah misionaris zending utusan dari Seminari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) di Wupertal-Barmen, Jerman. Dia bertugas menjadikan Tanah Batak sebagai ladang penginjilan.


Ketika Nommensen memulai pekabaran Injil, penyakit menular yang disebut rakyat setempat “Begu Atuk” tengah mewabah. Selain Nommensen, koleganya Peter Henrich Johannsen juga menyaksikan keadaaan yang sama pilu. Johannsen melaporkan sekira 20–30 orang meninggal setiap hari di Lembah Silindung. Orang tua yang depresi bahkan melakukan bunuh diri karena kehilangan anak-anak mereka. Apa yang sebenarnya terjadi di Tanah Batak?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Semangat dan buah pikirannnya masih relevan di masa kini.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
Wolverine tak pernah muncul dengan kostum orisinil di layar lebar. Film “Deadpool & Wolverine” menghadirkannya untuk kali pertama dalam 24 tahun.
transparant.png
bottom of page