top of page

Dagelan Politik, Agar Bangsa Sehat Jasmani-Rohani

Dagelan politik dalam pusaran zaman. Oase yang membuat bangsa tertawa geli, tak melulu nyeri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Nurhadi-Aldo dan Murtidjono-Sosiawan Leak. Ikon-ikon yang mewarnai politik dengan humor. (Gun Gun Gunadi/Historia).

22 Jan 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 24 jam yang lalu

SELAIN Jokowi-Makruf Amin dan Prabowo-Sandi, ada pasangan calon (paslon) lain yang wajahnya terpampang dalam poster debat. Mereka adalah Nurhadi-Aldo yang populer disingkat Dildo. Dengan wajah penuh senyum, mengenakan peci, dan kemeja putih, foto paslon Dildo dipajang sejajar dengan dua paslon lain.


Namun apa daya, pada debat pilpres 17 Januari 2018 lalu, Nurhadi-Aldo tak dapat menyampaikan pendapat. Mereka pun minta maaf lewat akun Instagram-nya. “Kami paslon No. 10 belum sempat mengutarakan pendapat kami, namun sudah terpotong oleh iklan.”


Nurhadi-Aldo memang tak pernah benar-benar mencalonkan diri dalam pilpres. Nurhadi merupakan seorang tukang pijat di Kudus, Jawa Tengah. Semantara, Aldo adalah tokoh fiktif. Wajah rekaan Aldo, gabungan dari dua foto politisi terkenal. Mereka adalah paslon fiktif yang dibuat sekelompok anak muda penggemar shitposting, kegiatan berbagi konten “nirfaedah berkualitas rendah” untuk hiburan, seperti laman Facebook Semiotika Adiluhung 1945 dan Penahan Rasa Berak. Poster debat yang memajang wajah Nurhadi-Aldo pun sebatas guyonan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page